Bulu Perindu Dalam Islam
Banyak perbedaan pendapat dalam islam mengenai bulu perindu ini, banyak yang mengatakan bulu perindu dalam islam di haramkan, atau tidak boleh sama sekali di gunakan, ada juga yang mengatakan bahwa bulu perindu dalam islam ini boleh di gunakan, saya akan memberi penjelasan yang mudah anda mengerti saja, yang gampang anda terima dengan akal sehat. Sebenarnya begini bulu perindu dalam islam di haramkan karena dalam cara pakainya menggunakan ritual ritual tertentu dan juga meminta bantuan jin untuk membuat bulu perindu itu keluar kesaktiannya, sehingga cara ini lah yang di haramkan oleh berbagai pihak.Sementara di halalkan atau di bolehkan bulu perindu dalam islam, karena dalam amalan dan ajian untuk mengaktifkan bulu perindu ini dengan cara amalan atau cara pakai yang sesuai dengan ajaran islam sehingga cara ini di halalkan, karena meminta bantuan untuk keberhasilannya langsung dari yang maha kuasa yaitu allah SWT, memang dalam kitab suci alqur'an menjalani ilmu pelet itu sangat di benci oleh allah swt, karena ilmu pelet dahulunya menggunakan ritual ritual tertentu, ritual yang mengenyampingkan ajaran islam, sehingga ilmu pelet dahuunya di haramkan untuk dilakukan. Namun pada dasarnya ilmu pelet atau ilmu ghaib ini harus anda pelajari, namun sistemnya harus sesuai dengan ajaran islam, speti ajiannya harus sejalan dengan ajaran agama islam.
Memang semua cara yang akan kita lakukan dalam menjalani hidup ini berpedoman pada agama islam, atau ajaran allah SWT, dengan berpedoman kepada alqur'an dan hadits hidup akan terasa sangat damai, nyaman dan tidak membuat kita menjadi manusia yang sesat, namun sekarang untuk mendapatkan semua hasil dengan gampang adalah menggunakan ilmu pelet, ilmu pelet yang menggunakan ritual tak tentu arah, tak tentu arah maksudnya adalah ritual yang jauh menyeleweng dari ajaran islam yang ada
Jadi bulu perindu dalam islam haram ketika menggunakan ritual tertentu, dan halal ketian amalan untuk menguatkan kesaktian bulu perindu itu dengan amalan yang sesuai dengan ajaran islam, bulu perindu hanya media, dan keberhasilan kembali lagi kepada yang maha kuasa
