CARA MEMBUAT AZIMAT RAJAHAN
Pada umumnya,sangat mudah untuk kita bisa membuat azimat rajahan sendiri,asalkan anda tahu caranya.banyak jenis azimat rajahan yang berbentuk simbol,tulisan,kalimat arab yang di dalamya telah di isi dengan khodam isian.Selain benda-benda gaib berbentuk pusaka, mustika, batu akik dan jimat-jimat kecil lainnya, yang biasa dimiliki orang adalah benda gaib berupa jimat rajahan. Di dalam masyarakat jawa, jimat rajahan yang paling banyak adalah yang beraksara arab dan jawa. Selain itu ada juga rajahan khusus dalam aksara cina, sansekerta, dsb. Benda-benda rajahan banyak digunakan sebagai jimat pribadi atau dipasang di dinding rumah sebagai
sarana tolak bala atau pengusir gangguan mahluk halus. Namun sayangnya, Penulis seringkali mendapati rajahan-rajahan itu, sekalipun masih menyimpan tuah sebagai pengusir aura-aura negatif, tetapi kadar kekuatan gaibnya sudah sangat menurun.
Sebagai benda gaib asma'an, dan sebagai benda gaib isian, seharusnya benda-benda itu digunakan sebagai sarana doa dengan cara si pemakainya sering membaca ulang doa atau amalan yang tertulis dalam rajahan itu, dengan tangannya menyentuh dan bergerak mengikuti bentuk tulisan / gambar rajahannya, atau dengan cara digenggam jika bendanya kecil, untuk mengsugesti supaya kekuatan gaib benda itu tetap hidup dan energinya tetap kuat.
Sebuah jimat rajahan (dan semua benda gaib asma'an dan isian) tidak bisa dianggap sekali dibuat akan terus kuat kegaibannya dan berfungsi selamanya, karena kekuatan jimat itu menyatu dengan sugesti pemakainya. Semakin kuat dan sering seseorang menuangkan sugesti ke dalam jimat rajahan itu, kekuatan gaibnya akan semakin kuat.
Bila seseorang tidak memperhatikannya, apalagi hanya dipajang di dinding saja atau hanya disimpan di dalam dompet saja, maka lama-kelamaan kekuatan gaibnya akan melemah. Sama juga dengan ilmu gaib / khodam, jika jarang dibaca amalannya, kekuatan gaibnya akan memudar. Semua benda gaib yang kita miliki, dalam bentuknya keris dan pusaka, batu cincin / akik, mustika, dsb, akan hidup dan kuat kegaibannya bila kita sering menuangkan doa dan sugesti ke dalamnya.
Dalam penyimpanannya, sebaiknya semua benda gaib tidak dibungkus dengan plastik atau dimasukkan ke dalam benda-benda yang terbuat dari plastik, karena bahan plastik itu akan membatasi / menghambat pancaran gaib dari benda gaibnya. Sebuah benda gaib untuk pengasihan atau kerejekian misalnya, pancaran pengasihan atau kerejekiannya akan terhambat jika bendanya dibungkus dengan bahan plastik.
Begitu juga benda isian energi kekuatan doa yang berfungsi untuk membantu kesehatan dan keselamatan gaib, pancaran energinya akan terhambat oleh bungkus plastiknya. Efektivitasnya sebagai benda gaib akan berkurang.
